Pengertian Agribisnis

A. Pengertian Agribisnis

         Agribisnis merupakan salah satu terminologi yang paling sering diungkapkan dewasa ini. Namun demikian pengertian agribisnis sendiri masih rancu dan sering berbeda. Pengertian agribisnis yang diacu oleh banyak peneliti dan penulis adalah pengertian yang diturunkan dari definisi yang disusun oleh Drillon (1974), yaitu agribisnis adalah penjumlahan total dari seluruh kegiatan yang menyangkut manufaktur dan distribusi dari sarana produksi pertanian, kegiatan yang dilakukan usahatani, serta penyimpanan, pengolahan, dan distribusi dari produk pertanian dan produk lain yang dihasilkan dari produk pertanian.

         Disamping itu pendefinisian yang komprehensif juga memberikan gambaran pengertian agribisnis yang luas (rangkuman atas tulisan Davis and Goldberg, Sonka, and Hudson, Farrel and Funk oleh Harling, 1995): 

         “Agribusiness included all opertaions involved in the manufacture and distribution of farm supplies; production operations on the farm;the storage processing and distribution of farm commpdities made from them, trading (wholesaler, retailers), consumers to it, and all non farm firms and institution serving them”.
Pendefinisian yang kedua ini menegaskan lingkup agribisnis yang juga menyangkut kegiatan seluruh perusahaan dan lembaga di luar usahatani yang melayani pertanian. Dengan perkataan lain, sektor agribisnis memiliki lingkup yang jauh lebih luas dari sekedar pengertian pertanian primer.”

         Sedangkan Saragih (1998) mengembangkan pendekatan ekonomi makro dan ekonomi pembangunan untuk melihat agribisnis. Dalam sudut pandang ini agribisnis merupakan suatu “mega-sektor” karena mencakup banyak sektor, baik secara vertikal (sektor pertanian, perdagangan, industri, jasa, keuangan, dsbnya), maupun secara horizontal (tanaman pangan, hortikultura, pertanakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan). 

        Berdasarkan pandangan itu pula maka agribisnis (atau sering pula disebut sebagai ‘sistem agribisnis’) menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan sumbangan terbesar dalam perekonomian nasional indonesia, baik dilihat dari sumbangannya terhadap pendapatan nasional dan pendapat daerah, kesempatan kerja secara nasional dan di masing-masing daerah, ekspor non migas, dan penciptaan nilai tambah.

Komentar